Kelurahan Loa Ipuh Dorong Warga Ubah Sampah jadi Sumber Ekonomi Lewat Bank Sampah

img

(Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, terus mendorong partisipasi masyarakat dalam program Bank Sampah berbasis pemberdayaan warga.

Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, mengatakan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah tangga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kami selalu mengedukasi warga untuk memilah sampah dan menyetorkannya ke Bank Sampah agar bisa didaur ulang. Sampah itu punya nilai ekonomi, jadi warga bisa mendapatkan manfaatnya,” ujar Erri Minggu (12/10/2025).

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.

“Sampah yang dianggap tidak berguna sebenarnya bisa menjadi aset. Kami ingin warga rutin menyetorkan hasil pilahan ke Bank Sampah agar perputaran ekonominya terasa,” tambahnya.

Program pemberdayaan ini, lanjut Erri, merupakan bagian dari strategi pemerintah kelurahan untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus mengatasi persoalan sosial akibat sampah.

“Kalau dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber ekonomi yang efektif. Ini cara kami membantu warga sekaligus menjaga lingkungan,” jelasnya.

Selain fokus pada ekonomi, program Bank Sampah juga menjadi bagian dari visi besar kelurahan untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan dan berdaya guna.

Warga dilibatkan secara aktif, mulai dari proses pemilahan hingga distribusi hasil daur ulang yang memiliki nilai jual.

Untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah, pihak kelurahan telah menjalin kerja sama dengan sektor swasta dan komunitas lingkungan.

Kolaborasi ini diharapkan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan inklusif.

“Kami yakin, dengan kerja sama semua pihak, Loa Ipuh bisa menjadi contoh kelurahan yang bersih sekaligus kuat secara ekonomi,” pungkas Erri. (Adv/Tan)